Forum Jihad Al-Tawbah
menghadirkan
Terjemahan Bahasa Indonesia
Pesan Syaikh Abu Yahya Al Libbiy
–semoga Allah menjaganya –
dengan judul
“PALESTINA, SEKARANG DALAM PEPERANGAN MEMBARA”
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya.
Amma ba’du:
Wahai Umat Islam,
السلام عليكم ورحمة الله وبركته
Sesungguhnya serangan besar yang tiba-tiba dan musibah yang begitu besar pula, akan memahamkan kita tentang hakekat keimanan yang suci, dimana dalam keadaan apapun dan di manapun tidak boleh menutup mata darinya atau berpura-pura lupa dengannya. Sesungguhnya iman dan kufur, haq dan bathil tidak akan mungkin bisa hidup berdampingan dalam satu tempat sebagai sebuah agama tanpa ada yang menang salah satu diantaranya.
Sebagaimana kita tahu bahwa kekafiran di dalam upayanya untuk mengalahkan islam dan menentang pemeluknya serta berusaha menghapus hingga akar-akarnya adalah satu agama. Hati mereka dipenuhi dengan kedengkian dan dilumuri dengan permusuhan walaupun mereka mengaku sebaliknya dari itu.
“Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.”
(QS. Al Mumtahanah : 2)
Dan jika sebagian keturunan babi dan anjing tersbeut mengalami sebagaimana apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Gaza, maka sungguh organisasi-organisasi barat kafir akan bangkit, lalu para penegak Hak Asasi Manusia dan Binatang juga akan bangkit dalam satu barisan. Lalu muncul suara-suara yang menuntut Mahkamah Kejahatan Dunia untuk bertanggung jawab atas kejahatan yang ditentang itu, dan pasti akan nampak keadilan, kasih sayang dan sensifitas barat serta penentangan keras terhadap pembantaian yang menimpa sekelompok babi dan anjing itu.
Sedangkan apabila korban adalah rakyat muslim seperti dalam pembantaian Gaza ini, maka mereka tidak berhak mendapat keadilan dan kebaikan dari Barat sedikitpun, walaupun hanya sekedar secarik kertas keputusan yang tidak tetap dari Dewan ‘Penjahat’ Keamanan mereka. Hendaknya kita ketahui, bahwa konspirasi dalam melawan orang-orang lemah itu telah berjalan bagaikan hembusan angin, yang benangnya dirajut oleh tangan kotor dari bangsa Barat kafir, para thaghut murtad pengkhianat dan Amerika -biangnya kekejian-. Sedangkan penjahat Yahudi hanyalah sebagai pelaksananya secara detail. Oleh karena itu, orang-orang yang melakukan persekutuan setan ini semuanya ikut andil di dalam pembantaian dan pemusnahan ini. Sehingga mereka juga bersama-sama akan menanggung balasan yang akan mereka rasakan kepahitannya.
Inilah sikap negara-negara kafir dan para sekutunya, dimana kebanyakan orang meminta bantuan dan mengharapkan pertolongan mereka serta mencari kesempatan dalam mengangkat penderitaan dengan bantuan dari mereka. Apa yang kalian lakukan wahai kaum Muslimin untuk membela saudara kalian yang tertimpa bencana di dalam penjara pemerintahan Gaza? Padahal nabi saw bersabda:
“Tolonglah saudaramu dalam keadaan dzalim maupun di dzalimi, lalu seseorang berkata: Ya Rasulullah, aku tahu bagimana menolong yang terdzalimi lalu bagaimana aku menolong orang yang mendzalimi? Beliau menjawab: “kamu mencegahnya dari berbuat dzalim itulah kamu menolongnya”’.
(HR. Muttafaqun ‘alaih).
Apa yang sedang terjadi di Gaza tidak lain adalah salah satu perang dari peperangan Islam yang wajib bagi setiap muslim untuk ambil bagian dalam membelanya, dan memiliki sikap jujur bersamanya. Karena masalahnya lebih besar dari sekedar serangan yang ditargetkan bagi gerakan perlawanan Islam Hamas, atau sekedar untuk menghentikan penembakan rudal yang ditujukan kepada penjahat Yahudi. Sesungguhnya itu adalah usaha gigih mereka untuk memusnahkan dan menghapus segala apa yang memiliki hubungan dengan dien Allah Ta’ala walaupun dalam hal yang remeh sekalipun. Dan merupakan genosida terhadap rakyat Muslim ini, dimana mereka tetap teguh dan sabar serta menentang kekuatan jahat yang ingin berkuasa dan menghinakan mereka.
Dari sinilah, dengan adanya peristiwa ini kami memiliki beberapa sikap sebagai bentuk keikut sertaan kami, sebagai bentuk pembelaan bagi saudara-saudara kami dan untuk melaksanakan sebagian kecil dari kewajiban kita:
Sikap Pertama :Meskipun terlihat kejadiannya begitu berat, serta dalamnya luka dan menimbulkan kegoncangan. Kiranya tidak perlu bagi kami untuk meluapkan emosi yang berlebihan dalam khutbah kami ini yang kemudian akan luntur dan hilang dengan berlalunya waktu dari kejadian tersebut. Sungguh kaum muslimin telah mendengar hal itu, yang membuat telinga mereka tuli dan mati perhatian mereka. Permasalahan palestina adalah permasalahan yang di adu dombakan oleh para nasionalis, dimana hal itu akan semakin menambah dosa dan kedustaannya. Lalu para komunis ikut menyambutnya sehingga mereka semakin membuat bengkak luka-lukanya, dan ditambah lagi dengan keikutsertaan para thaghut murtad di dalamnya sehingga mereka mencabik-cabik dari anggota badannya. Dan keputusan-keputusan mereka yang selalu bertentangan dan berlawanan yang hanya akan menambah beban mereka saja. Walaupun demikian Palestina tetap terjajah, terampas dan dirampok.
Jadi, hari ini kita di hadapkan pada peristiwa ini maupun yang lainnya sangat membutuhkan sikap yang jujur dan jelas serta pemikiran yang sungguh-sungguh dan fokus. Sehingga dengan kesungguhan tersebut kita bisa meneliti lebih dalam ke pangkal permasalahan, agar kita mampu meletakkan solusi yang tepat diatas pangkal permasalahannya, sehingga mampu menghilangkannya dari akar-akarnya, tidak berhenti hanya dengan melawan dan menyembuhkan masalah yang nampak saja, yang akan timbul dari waktu ke waktu dengan berbagai macam bentuk dan muncul di hadapan kita dalam bentuk yang baru.
Begitu juga, jika kita tidak menganalisa lebih jauh ke pokok permasalahannya lalu kita mengambil sousi yang tidak sesuai syar’i yang telah baku, maka saudara-saudara kita kaum Kuslimin yang masih berada di negeri ribath Palestina hanya akan terus menjadi ladang percobaan persenjataan Yahudi dan Amerika. Dan hanya akan menjadi solusi yang mandul dalam persaingan pemilu di negara ini maupun negara lainnya.
Sikap Kedua :Sesungguhnya bersikap di hadapan kejahatan yahudi ini bahkan dunia ini harus menempuh dua cara:
Pertama :Yaitu sikap menentang dan bersabar serta pantang menyerah, masuk ke dalam peperangan ini dengan penuh tekad dan kemauan yang tinggi, dan menyerang Yahudi serta negara-negara yang menolong dan membantu mereka dengan segala upaya yang dimungkinkan. Terutama dalam menyerang kepentingan ekonomi dan lembaga-lembaga politik serta kamp-kamp militer mereka. Dalam hal ini saudara-saudara kita kaum Muslimin di Palestina dan penolong mereka dari kalangan Mujahidin di berbagai penjuru dunia harus bersungguh-sungguh.
Kedua :Yang harus dilakukan bagi orang yang menginginkannya adalah mengembalikan perkara kepada tempatnya, dan mendatangkan keputusan sesuai dengan pintunya serta diumumkan dengan jelas dan terang tanpa ragu-ragu, malu, takut atau khawatir. Bahwa permasalahan Palestina adalah semata-mata permasalahan Islam yang diukur dengan timbangan syari’at dan dilihat dengan kacamata syari’at, diberlakukan dengan hukum-hukumnya dan berperang di bawah panji Islam dalam melawannya, dalam peperangan ini tidak ada tempat bagi para nasionalis Arab, bukan pula bagi pelindung nasionalisme dan undang-undang negara dengan segala aturannya, lembaga-lembaga dan keputusan-keputusannya. Hendaknya membersihkan permasalahan ini dengan pembersihan yang menyeluruh dan sebenar-benarnya dari setiap kotoran-kotoran ini, supaya dapat bersikap di atas dasar yang kuat dan tiang yang kokoh yang tidak mungkin dipermainkan oleh orang yang suka mempermainkan dan tidak dibiarkan begitu saja oleh orang yang suka meremehkannya.
Maka angkatlah bendera Islam untuk membebaskan Palestina yang tidak hanya menggaungkan syiar-syiar kaum Muslimin semata, akan tetapi hendaknya itu sebagai permulaan yang tidak melemahkan kita dan sebagai jalan yang tidak akan kita kesampingkan. Dan hendaknya kepergian kita dari bapak-bapak kita itu lebih ringan dan lebih mudah bagi kita daripada hilangnya salah satu pokok dari pokok-pokok Islam yang dengannya akan terselesaikan setiap permasalahan.
Dari sinilah maka konsep yang membawa petunjuk adalah apa yang harus kita laksanakan dari syari’at Allah dalam permasalahan ini. Dan tuntutan kita kepada undang-undang internasional kafir tidak ada maknanya kecuali satu makna, yaitu hilangnya kesungguhan dengan sia-sia laksana debu yang beterbangan, sehingga Allah tidak ridha dengan kita yang semestinya kita mendapat pahala, dan bumi tidak dijanjikan kepada kita yang semestinya kita bisa membebaskannya.
Sikap Ketiga :Kebanyakan orang akan mengira bahwa berjalannya permasalahan ini dengan cara seperti ini dan itu sudah jelas, hal ini akan membuat kita membayar harganya yang sangat mahal dan umat-umat akan tergoncang karena kerakusan kita, dan pemerintahan menyerang melawan kita, menutup semua pintu di depan kita dan kita tidak memiliki kekuatan sama sekali. Akan tetapi kami katakan kepada mereka:
Wahai orang yang berakal dan cerdas, apakah di sana ada harga yang lebih berat dan besar daripada apa yang telah dibayar dan akan dibayar oleh kaum muslimin di Palestina? Apa yang tersisa dari hal yang memungkinkan untuk dijaga atau dikhawatirkannya, sehingga aliran darah tak kan berhenti, dan potongan-potongan daging terus berserakan, penjara-penjara Yahudi semakin sesak dan sempit, hancurnya rumah, tumbangnya pohon, hancurnya tanah terus berlangsung, embargo yang menyesakkan dan mematikan, dan apa saja yang mempengaruhinya dengan menyebut-nyebut dan menyakitinya.
Apa yang terjadi di Palestina ibarat ungkapan sya’ir:
Aku tenggelam dan tidak ada yang lebih aku takuti dari luapan air.
Kemudian hendaknya kita tidak boleh lupa, dan kami dalam perjalanan jihad kami, sesungguhnya kami berhubungan bersama Allah yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, walinya orang-orang beriman, dan Allah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Allah ta’ala telah menjanjikan kita dan siapakah yang lebih menepati janji selain Allah? Untuk membela hambanya yang beriman jika mereka menolong Allah. Allah yang tidak akan dikalahkan oleh orang-orang kafir itu, baik dengan tantangan dan senjata mereka, persiapan dan perbekalan mereka, pasukan dan negara mereka, dan jika Allah berkehendak maka Dia akan menghancurkan mereka semua.
“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum merek. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengadzab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari adzab Allah”.
(QS. Al Mukmin : 21)
Dan firman-Nya juga :
“Yang demikian itu jika Allah berkehendak tentulah Dia akan menolong mereka, akan tetapi Dia menguji sebagian di antara kalian dengan sebagian yang lain”.
Pintu kemenangan terhadap musuh dan berlepas diri dari tekanan dan kekuasaan mereka hanyalah dengan kembali berlindung kepada Allah semata dan berpegang teguh dengan syareat-Nya serta tetap tegar di atas petunjuk-NYa, maka dengannya kita pasti akan mendapatkan kemuliaan dengan pertolongan dan kebersamaan Allah dengan kita. Allah ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang Telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.”
(QS. Al Hajj : 38)
Dan jika kita berpaling kepada selain-Nya, dan hati kita bergantung kepada selain Dia, maka Allah meninggalkan diri kita dan kita hanya bergantung kepada jiwa kita dan kepada apa yang kita ridhai sebagai penolong kita maka Allah Ta’ala berfirman:
“Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (Tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”
(QS. Ali Imron : 160)
Dan Allah ta’ala juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah Telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (Ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak Karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu Telah terasa sempit olehmu, Kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.”
(QS. At Taubah : 25)
Maka hati-hatilah dan berhati-hatilah jika Allah menghinakan kita, dan jika terjadi maka itu adalah sebuah kerugian yang nyata.
Hendaknya kita membersihkan hati kita dan meletakkan di depan mata kita sabda Nabi saw:
“Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka engkau akan mendapati Allah ada di hadapanmu, dan jika engkau meminta mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan mohonlah kepada Allah, dan ketahuilah seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu maka mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kecuali sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah kepadamu, dan jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan madharat kepadamu dengan sesuatu maka mereka tidak mampu memberikan madharat kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan kepadamu, telah diangkat pena dan lembaran telah kering”.
Kemudian inilah sebuah peristiwa yang nampak di hadapan kita, yang menegaskan kita tentang apa yang telah ditetapkan oleh syari’at. Maka lihatlah kepada medan-medan dimana para mujahidin meninggikan bendera jihad yang murni, bersih dan suci serta jauh dari kejahiliyaan buta dengan segala macamnya dan berbagai bentuknya.
Inilah Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar – semoga Allah menjaganya –, sungguh Allah telah mencontohkan kepada umat dengan permisalan yang paling indah dalam bertawakkal kepada Allah, teguh dengan-Nya dan yakin dengan janji-janji-Nya, lalu datanglah semua kekuatan besar kafir dan menembaknya dengan panah yang sama. Dimana pemimpinnya adalah pelindung negara Israel –Amerika- lalu dibukalah semua pintu wilayah dari segala arah dan permusuhan menuju kepada kematiannya, kemudian dia hentakkan kakinya dengan penuh penghinaan kepada para kafir itu, lalu datanglah utusan dari berbagai penjuru kepadanya, yang terkadang menjanjikan dan mengiming-imingi atau terkadang mengancam dan menekannya, akan tetapi muncul dari sikap beliau dengan penuh kekuatan iman dan kemuliaan seorang mukmin hingga mengingatkan kita dengan sikap Nabi Ibrahim Khalilurrahman ‘alaihissalam :
“Dan dia dibantah oleh kaumnya. dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku". dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?. Bagaimana Aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?”
(QS. Al An’am : 80-81)
Lalu beberapa tahun setelah berjalan, hingga orang-orang kafir yang sombong itu mulai menggerakkan kaki mereka di belakangnya demi mencari kepentingan mereka dan sesungguhnya dalam hal itu terdapat pelajaran bagi orang yang berakal.
Dan lihatlah Irak, tempat perang hari ini yang nampak mukjizat iman di dalamnya, kejadiannya menengaskan akan pentingnya kejernihan dan kebersihan panjinya, dimana para pelindung salib dan negara kecil Yahudi telah datang ke Irak, ikut serta bersamanya para sekutu dan setan yang membantu, mendorong dan menuntun mereka, hingga kaki-kaki mereka menginjak negeri itu dan memusnahkan negara Ba’ats yang celaka hingga mereka dapati serangan tiba-tiba di hadapan mereka yang tidak pernah terbayangkan sama sekali dalam pikiran mereka, karena muncul para tentara islam dan pelindung akidah serta perindu kesyahidan dari arah yang tidak mereka sangka. Perumpaan mereka seperti orang-orang yang dikatakan oleh Allah tentang mereka dari para pendahulu mereka yang tertipu:
“Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya Ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu Telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; Sesungguhnya saya takut kepada Allah". dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
(QS. Al Anfal : 48)
Sehingga negeri Irak menjadi laknat yang di dapatkan oleh sumber kekejian -Amerika dan politiknya sepanjang masa- sehingga hilanglah keangkerannya dan runtuhlah kesombongannya, rontoklah mental para tentaranya dan bangkrutlah perekonomiannya. Inilah hari merengek-rengek meminta kepada dunia, dan mengemis dalam setiap perkumpulan organisasi berharap untuk bisa mendapatkan sedikit pemberian yang dapat menegakkan tulang punggunya (perekonomian mereka-pent). Sungguh alangkah jauh dan sangat jauh!
Karena sungguh orang yang sudah tua tubuhnya pasti mulai merayap jatuh.
Dan lihatlah Somalia, negerinya yang membara hampir-hampir selalu diinjak-injak oleh kaki-kaki kotor dan keji bangsa Habasyah, sehingga bangkitlah orang-orang yang memiliki tekad, kejujuran dan iman, yang bertawakkal kepada Allah dan berlepas diri dari kotornya para nasionalis, patriotik dan undang-undang internasional serta slogan-slogan mereka.
“Sesungguhnya Pelindungku ialah yang Telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan dia melindungi orang-orang yang shaleh.”
(QS. Al A’rof : 196)
Maka Allah melimpahkan perlindungan-Nya dan memagari mereka dengan inayah-Nya hingga tubuh-tubuh bangsa Habasyah yang busuk itu diseret-seret di jalan-jalan Mogadishu, sebagaimana yang dilakukan kepada para komunis sebelum mereka. Dan hari ini, setelah dua tahun, mereka mengumumkan mundurnya mereka dengan penuh kehinaan dan kerendahan tanpa menggubris seruan tuan mereka dan tidak pula memperhatikan perintah tuhan mereka.
Wahai saudara kami para mujahidin di Palestina, itulah aturan-aturannya dan inilah waqi’ (kenyataannya), lalu bagaimana kalian akan membangun jalannya? Kalian telah mencoba dengan setiap bendera dan kalian telah lari dan bergerak ke semua arah, dan kalian tempuh semua jalan, namun demikian kaum muslimin tetap saja mendapatkan kehancuran dan kehancuran, maka hendaklah peristiwa kali ini menjadi pelajaran yang paling baik untuk membedakan antara orang-orang yang jernih dengan orang-orang yang laksana buih. Menyaring orang-orang yang memiliki tekad dengan orang-orang yang lemah. Mencabut bendera kesesatan, seruan-seruan jahiliyyah, cerita-cerita dusta dan jalan-jalan yang menyeleweng. Dan hendaklah peperangan mereka karena Allah, di jalan Allah dan bersama Allah, dan hendaklah kalian menyeru sebagaimana orang-orang pilihan sebelum kalian menyeru ketika terjadi peperangan yang membara dalam peristiwa perang Hunain:
“Wahai orang-orang Samarah, wahai orang-orang yang membaca surat Al Baqarah”.
Dan kalian akan melihat Allah memberikan kemenangan bagi kalian dan melimpahkan pertolongan kepada kalian serta membela kalian dengan sesuatu yang belum pernah kalian bayangkan. Allah ta’ala berfirman:
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali Imron : 120)
Sikap Keempat :Sesungguhnya memasuki permasalahan Palestina dari pintu ini, maka semua orang yang berhubungan dengannya akan meletakkannya sesuai dengan tempat yang seharusnya. Dan pertama kali orang yang akan tersingkap perkaranya serta terbongkar pengkhianatan sebenarnya yang terbungkus rapi dan terungkap kebusukannya, adalah para thaghut Arab yang sangat pelit terhadap kejadian ini, walaupun hanya dengan air mata buaya (dusta). Para murtad pengkhianat itu yang dipimpin oleh Firaun Mesir pada hakekatnya merekalah pangkal dari segala bencana, sumber penyakit, awal penderitaan dan sebab utama musibah. Karena orang yang menipu dirinya, agamanya dan umatnya adalah orang-orang yang menjanjikan para ikhwan akan membawa permasalahan Palestina bersamanya atau ia condong kepada mereka agar mereka ikut peran serta bersamanya dalam menyelesaikan krisis ini atau mendekati mereka untuk membantu mengeluarkan mereka dari kehancurannya. Dan seorang mukmin itu tidak akan terperosok ke dalam satu lobang untuk kedua kalinya. Kami tidak habis pikir, setelah usaha kita gagal di dalam konspirasi mereka dan terobek-robek -karena tikaman dan pengkhinatan mereka- namun kita terus saja dan cepat-cepat untuk mengulurkan tangan kita kepada mereka untuk meminta bantuan. Kami mendengar bahwa Israel akan campakkan ke laut, dan kaum Muslimin sedang menunggu benturan ombaknya karena dahsyatnya kejadian itu lalu tiba-tiba datang kepada mereka bencana dan malapetaka sehingga hari itu menjadi kenangan hina yang selalu diingat hingga kepahlawanan dan kemenangan mereka yang istimewa berhenti diatas apa yang dinamakan dengan menyerah secara pemberani.
Sehingga kehinaan, kerendahan, pengkhianatan dan jabat tangan mereka berupa akal, hikmah dan keadilan. Sehingga dengan kebijaksanaan mereka yang tolol akan keluar kepada kita dengan bersegara melakukan perdamaian Arab, lalu yang jauh maupun yang dekat akan menerima, sehingga jika melihatnya seolah-olah itu adalah kepandaian dan keberanian sikap lunak mereka.
Inilah rangkaian kehinaan mereka yang tersingkap dan diketahui, dimana mereka tidak malu jika disebut-sebut dan juga tidak malu untuk menyerukannya serta berbuat jahat kepada orang yang menyelisihinya atau memusuhinya. Lalu apa yang bisa diharapkan kepada orang-orang yang berada di belakang para Fir’aun hina ini? Dan pertolongan apa yang diambil dari kesungguhan dan usaha mereka? Manfaat apa yang mungkin akan didapatkan oleh kaum muslimin di Palestina dari orang-orang yang berada di belakang pertemuan dan perkumpulan mereka?
Apakah mungkin bagi keturunan pengkhianat thaghut Yordania yang sejak kecil telah disapih untuk menjadi anteknya akan menjadi patner di dalam mengangkat penderitaan rakyat Muslim di Palestina? Padahal dialah yang berdiri tegak sebagai penjaga keamanan dengan sukarela untuk melindungi tuan-tuannya para Yahudi, dan mengerahkan seluruh pasukan dan intelejen mereka untuk membela Yahudi serta mengancam orang yang diduga akan menyerang mereka.
Atau apakah akan menunggu Fir’aun dan Hamannya -Umar Sulaiman- agar hati mereka menjadi lembut dan niat mereka menjadi ikhlas supaya dapat dipercaya untuk mengeluarkan rakyat ini dari penjara-penjara besarnya, yang menjadikan perbatasan mereka sebagai tembok yang kokoh dan tertutup, dan mengerahkan pasukan mereka yang garang terhadap orang-orang lemah untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang menjadi nafas terakhir bagi orang-orang yang terkena bencana tersebut?
Apakah mungkin mengentaskan kaum muslimin melalui tangan orang-orang gila Jazirah Arab yang merubah pembicaraan agamanya kepada langkah nyata untuk mewujudkan perdamaian di negeri Arab?
Dari sinilah, maka hendaknya kita tahu bahwa musuh-musuh kita tidak akan rela dengan sikap berhenti kita di tengah jalan, walaupun kita mengaku sudah dekat dengan mereka dan saling memahami politik mereka serta menghormati pendapat dan aturan-aturan mereka, namun dengan itu semua mereka tidak akan menerima kecuali satu, yaitu kita harus memeluk agama mereka dan masuk ke dalam barisan mereka sebagaimana Allah telah mengkhabarkan kepada kita akan hal itu:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."
(QS. Al Baqarah : 120).
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”
(QS. Al Baqarah : 217)
Sesungguhnya kami tahu, bahwa saudara-saudara kami di Palestina tidak akan kekurangan kesabaran karena merekalah sekolah dan universitas kesabaran, dan juga tidak kurang akan pengorbanan mereka, kepahlawanan yang menakjubkan sudah menjadi bukti bagi mereka, peperangan para lelakinya sangat menakjubkan bagi orang yang jauh maupun yang dekat dengan mereka. Namun mereka pada dasarnya sangat membutuhkan kepemimpinan yang baik, jujur, dan mendapatkan bimbingan yang murni, yang akan mengangkat bendera kebenaran dan jihad dengan jernih dan bersih. Sehingga terdapat di dalamnya syiar-syiar yang terjamin, perkataan dengan perbuatannya, semangat dengan kebijaksanaannya, yang jauh dari politik ngawur, gelap dan sesat serta kesepakatan-kesepakatan pengkhianatan yang menghinakan.
Wahai saudara-saudara kami para pahlawan Mujahidin di negeri ribath, sesungguhnya umat Islam hari ini, semuanya melihat kalian dan menanti-nanti pengorbanan kalian serta menunggu aksi-aksi kalian yang mampu menghancurkan sarang Yahudi dan mengusir anak-anak dan wanita mereka. Bersiap-siaplah menerima bantuan dari orang yang bersungguh-sungguh, perkokohlah diri kalian untuk mengarungi peperangan yang akan datang dengan penuh kesabaran di atas panji-panjinya dan teguh di atas jalan kebenaran, dan jagalah hasil dari kesungguhan dan pengorbanan kalian. Dan :
"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al A’raf : 128)
Dan janganlah takut dengan besarnya musuh kalian, karena sebentar lagi mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal, dan peperangan yang besar ini, yang telah mereka buka dengan tangan mereka akan menjadi laknat bagi mereka dan penyesalan dalam hati mereka serta kehinaan bagi tentara dan negara mereka. Tidak ada yang kalian lakukan selain mengikhlaskan niat kalian karena Allah dan bertawakkal kepada-Nya dengan sebenar-benar tawakkal :
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(QS. At Tholaq : 3)
Sikap Kelima :Ini bagi kalian wahai kaum muslimin dari timur hingga barat dunia, sesungguhnya hakekat yang harus kalian perhatikan dan kalian yakini, bahwa sesungguhnya tetesan darah kalian dan berseraknya potongan daging kalian dan ujian kalian yang bertubi-tubi serta hancurnya rumah kalian di seluruh negeri dan bukan hanya di Palestina saja, tidak akan berhenti dan terputus selama keputusan permasalahan berada ditangan orang-orang kafir Barat dan Amerika durjana. Dan mereka tidak akan mengeluarkan kalian dari panasnya ujian dan musibah yang terus menerus kecuali dengan bertawakkal kepada Allah, yang pertama kalinya, kemudian dengan jihad fi sabilillah dengan sungguh-sungguh, ketekadan, pengorbanan, susah payah, kekuatan, gagah berani dalam peperangan, dan kesengsaraan serta bahaya, sesuai dengan orang berakidah dikatakan kepadanya :
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya Karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”
(QS. Al Baqarah : 207)
Dan firman-Nya juga :
"Katakanlah: "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan[646]. dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. sebab itu tunggulah, Sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu."
(QS. At Taubah : 52)
Dan dia tahu bahwa mengarungi lautan peperangan ini berarti dia sedang mengadakan akad jual beli yang menguntungkan, yang tidak ada kerugian sama sekali di dalamnya.
“Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.”
(QS. At Taubah : 111)
Sesungguhnya perkaranya sangat mudah bagi kalian dan lebih bermanfaat bagi kalian dan umat kalian serta saudara-saudara kalian yang terkena bencana di Gaza yang terisolasi, daripada hanya dengan demo besar-besaran yang memenuhi jalan-jalan kota dengan meneriakkan suara dan seruan yang lantang.
Karena umat Islam adalah umat yang penuh pengorbanan yang menakjubkan dan penuh keberanian yang membanggakan, membela yang lemah atau tidak mampu. Oleh karena itu, kita harus mencetak para pahlawan dari sekolah-sekolah akidah untuk mengembalikan apa yang telah digoreskan oleh para Singa pertempuran Mumbai dengan darah mereka yang suci. Sangat mudah bagi orang yang memiliki kekuatan tekad dan tawakkal kepada Rabb-nya serta menceburkan diri sedangkan dia menyeru dari lubuk hatinya yang paling dalam:
Sungguh aku tidak tunduk kepada musuh yang banyak.
Tidak pula takut, sesungguhnya kepada Allah aku kembali.
Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim.
Dalam keadaan bagaimanapun tempat kembaliku adalah di sisi Allah.
Dan itu semua tergantung dalam kehendak Allah.
Yang akan memberkahi kepada setiap anggota tubuh yang tercabik-cabik.
Wahai para mujahidin di setiap tempat, bangkitlah seperti bangkitnya singa yang marah, dan bergeraklah seperti gerakan orang yang bersemangat dan memiliki ghirah terhadap agama dan kehormatan. Lakukan apa yang kalian bisa untuk menyampaikan pesan ke pusat kekafiran di Barat, penjahat Amerika, dan para agen tiran. Agar mereka bisa merasakan apa yang mereka lakukan terhadap saudara-saudara kita yang lemah di Palestina sebagai balasan yang setimpal.
Tidaklah seorang anak yang terbunuh di negeri Palestina atau seorang wanita menjadi janda atau darah tertumpah atau tubuh yang terkoyak atau rumah yang hancur atau musibah yang menimpa mereka, kecuali sumbernya dari orang-orang yang menyerahkan Palestina kepada Yahudi dan menempatkan mereka di ¾ wilayahnya serta mendirikan negara mereka diatasnya. Yaitu Inggris dengan perjanjiannya yang memuakkan (Deklarasi Balfour-pent-).
Sedangkan sekutu mereka dari bangsa Eropa menjaga keamanan mereka dan menakut-nakuti keluarga kita! Bersenang-senang dan menyengsarakan saudara-saudara kita, memakmurkan negeri mereka dan menghancurkan negeri kita, menempatkan rakyat mereka dan mengusir rakyat kita, dan kami bukanlah orang-orang yang dapat tertipu dengan tipuan politik atau seruan dusta.
Serigala tetap serigala walaupun memakai baju berbulu kambing.
Maka timpakanlah kepahitan perang dan tragedi pengusiran serta bencana ketakutan!
“Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, Maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al Baqarah : 194)
Sekaranglah saatnya bagi negara penjahat – maksud saya Inggris – harus membayar harga dari dosa kejahatan sejarahnya yang tidak akan pernah kami lupakan.
Maka tunggulah, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang menunggu!
Kami akhiri seruan kami dengan Alhamdulillahi Rabbil Alamin....
Diterjemahkan oleh Al-Akh Kafayeh Media dan di sunting oleh Al-Akh Fursanul Izzah
Jangan lupakan kami,Dalam d'oa-do'a kalian yang shalih
Saudara kalian di
Forum Jihad Al-Tawbah
Bersama meraih impian Syahadah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar for this post